12 SETIALAH PADA HAL KECIL

B. Lenny Setyowati – UPT. Soegijapranata Student Career Center Universitas Katolik Soegijaranata

Ketika menerima surat pemberitahuan akan ada kegiatan Refeleksi Karya di Wonosobo, saya membayangkan bahwa selama 2 hari itu dapat menikmati segarnya udara di Wonosobo. Wonosobo sebagai kota sejuk yang terletak pada ketinggian 250 – 2250 m dari permukaan laut.   Harapan itu ternyata tak  selamanya  terpenuhi,  karena  udara  segar  kota Wonosobo khususnya di sekitar area Hotel Kresna tempat kami menginap dan melaksanakan acara berkurang segarnya ketika ada teman – teman yang mohon maaf merokok di tempat umum, sebaiknya mereka merokok di tempat yang agak terpisah dengan teman – teman yang lainnya yang kebetulan tidak merokok.

Hal di atas adalah sebuah contoh dari pilihan sikap yang kita ambil, jika kita refleksikan dengan keterkaitan sikap kita dengan Tema Karya tahun akademik tahun ini yaitu Peduli, Aktif, dan Bermakna. Kepedulian dimulai dari hal–hal kecil yang ada di sekitar kita. Pada kegiatan Soegijapranata Memorial Lecture VIII yang berlangsung pada akhir Januari yang lalu, disampaikan bahwa peduli hendaknya mempertimbangkan dampak yang terjadi  pada  orang  lain  atau  situasi  tertentu  terhadap  apa yang kita katakan atau lakukan (minta ijin Bruder Theo saya mengutipnya untuk dibagikan ke teman – teman yang tidak mengikuti SML). Di kampus, telah dibangun smoking hut yang harapannya dijadakan tempat oleh teman–teman yang sedang merokok, agar teman–teman yang tidak merokok tak berkurang kenyamanannya.

Pada   saat   Refleksi   Karya   kemarin,   seringkali   kita   masih kurang memperdulikan orang dan lingkungan di sekitar kita. Hal kecil di atas sebagai salah satu contoh. Hal kecil lainnya adalah bagaimana kita sebagai peserta bisa mengikuti seluruh kegiatan dengan tertib, memang akan terasa berat untuk duduk dalam waktu yang cukup lama bagi kita, namun bagi peserta kegiatan dengan keluar dan meninggalkan ruang pertemuan dalam waktu lama bukanlah pilihan yang bijak. Seperti yang disampaikan oleh Mgr. Soegija untuk kita tidak tinggal diam amem mlempem, bagaimana kita dalam kehidupan berkarya di Unika Soegijapranata untuk bersama-sama aktif terlibat pada kegiatan yang dilakukan di tingkat unit, fakultas dan universitas.

Kita diingatkan dalam Lukas 16: 10 “Barangsiapa setia dalam perkara–perkara kecil, maka ia setia juga pada perkara–perkara besar.” Berikut ini ada salah satu contoh hal kecil pada Refleksi Karya lalu…kebetulan hal kecil itu adalah makanan kecil, saya bagikan foto yang diunggah oleh teman kita di akun media sosialnya:

Courtesy: FB Pak Didik Hadiyarso – FHK

Mari kita tak menyia–nyiakan makanan yang telah kita ambil dengan tidak menghabiskannya, karena pada saat yang sama ada saudara kita yang tidak seberuntung kita mendapatkan santapan jasmani. Kita mulai dari yang kecil seperti tidak membuang-buang makanan untuk belajar bersyukur dan menghargai berkat dari Tuhan.

Wujud kepedulian adalah berbagi rasa syukur dan memberi perhatian kepada orang dan lingkungan di sekitar kita. Menjadi baik dengan berbuat baik “ be good and do good” karena Allah pada prinsipnya baik (ijin lagi nggih Bruder Theo dari materi SML sebelum kegiatan Refleksi Karya).

Angka kemiskinan yang masih tinggi di Kabupaten Wonosobo tak dapat dilepaskan dari faktor rendahnya kepemilikan jamban ideal  pribadi.  Untuk  itu  akan  dibangun  1.500  jamban  untuk 50.000-an keluarga yang belum memiliki jamban. Hasil penelitian Prof Donald Stewart, Prof Darren Gray dan Dr dr Budi Laksono MHSC dari Australian National University (ANU) Canberra, Australia selama empat hari, sejak Senin (5/9) menunjukkan ada lebih dari lima puluh ribu keluarga di Wonosobo belum memiliki fasilitas dasar tersebut (http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/puluhan-ribu-keluarga-belum-miliki-jamban/).

Dari berita tersebut, masih diperlukan kepedulian pada masyarakat Wonosobo terhadap diri sendiri, dan lingkungan karena masih banyak keluarga yang belum mempunyai jamban yang ideal. Berikut salah satu dokumentasi jamban plung lap (yang sempat diambil gambarnya oleh peserta saat mengikuti kunjungan ke salah satu desa dalam kegiatan Refleksi Karya) ….karena langsung ke selokan tidak masuk ke septic tank.

Courtesy: FB Vera  – PRM

Harapannya, untuk program jamban ideal bisa masuk ke dalam rencana program pengabdian masyarakat Unika Soegijapranata untuk masyarakat Wonosobo dengan membuat proyek percontohan jamban murah dan sehat di beberapa desa yang dikunjungi saat Refleksi Karya, dan secara bertahap akan meluas ke desa-desa lain.

Akhir kata, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan terima  kasih  untuk  pimpinan  Universitas, tim panitia  untuk kegiatan Refleksi Karya pada tahun 2017 ini, sampai jumpai pada kegiatan Refleksi Karya berikutnya.