Pengantar Ketua Panitia

Peran perguruan tinggi seperti Unika Soegijapranata sebagai institusi keilmuan sudah seharusnya menjadi mitra bagi masyarakat dalam berbenah yang diberi amanah untuk mengawal rencana pembangunan wilayah pedesaan. Refleksi Karya menjadi sarana untuk lebih mengenal dan bersiap diri mengambil peran sebagai mitra bagi masyarakat di lokasi terpilih. Kegiatan pengolahan (sosialisasi, internalisasi, dan implementasi) nilai-nilai Soegijaranata yang dijadikan nama Universitas sebagai upaya membangun jati diri dan budaya Universitas dan sekaligus mempertajam peran Universitas untuk  mewujudkan  motto  Talenta  pro  Patria  et  Humanitate telah banyak dilakukan. Refleksi Karya (RK) menjadi satu kegiatan diantaranya yang merupakan program rutin tahunan diselenggarakan oleh Unika Soegijapranata yang wajib diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan.

Tahun  2017  kegiatan  RK  dilaksanakan  pada  tanggal  24-25

Februari dengan mengambil tema “Unika Soegijapranata peduli, aktif, dan bermakna bagi masyarakat” berlokasi di Wonosobo. Pilihan kabupaten Wonosobo juga bukan tanpa alasan, dengan berbagai potensi dan sumber daya yang sudah dimiliki kabupaten ini, namun toh predikat desa termiskin di komunitas masyarakat di Jawa Tengah, civitas akademika yakni para dosen dan tenaga kependidikan diharapkan memiliki sikap peduli terhadap aneka persoalan masyarakat yang menghambat tercapainya kesejahteraan hidup masyarakat Wonosobo. Para dosen dan tenaga kependidikan beroleh kesadaran perlunya bertindak untuk ikut serta menangani berbagai permasalahan hidup masyarakat Wonosobo sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki. Tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkembangkan sikap peduli terhadap aneka persoalan masyarakat di wilayah desa-desa yang bisa diobservasi, maka sub-sub bidang yang yang ada disesuaikan dengan multi disiplin ilmu dari Unika Soegijapranata yakni: Kerukunan Umat Beragama, pendidikan, kesehatan, pertanian dan pangan, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), serta pengelolaan asset desa.

Kegiatan RK yang berlangsung dua hari ini memang masih menjadi awal dalam upaya jangka panjang selanjutnya. Civitas akademika masih memerlukan ikhtiar untuk membedakan gejala dan akar masalah. Bila yang ditemui berupa gejala, maka masih dibutuhkan pemahaman akar masalahnya. Dengan demikian peran perguruan tinggi bisa membangun input dan memberikan  informasi  untuk  mengetahui  secara  mendalam akar masalah yang ada untuk menghasilkan upaya-upaya kreatif dalam mengintervensi perbaikan kondisi masyarakat dalam pembangunan.

Refleksi bersama masyarakat dan pemerintah kabupaten Wonosobo dalam beberapa kegiatan seperti sarasehan, penandatanganan kerjasama dua lembaga yakni perguruan tinggi  dengan  pemerintah  kabupaten,  serta  menikmati beberapa potensi seni yang begitu indah, diharapkan menjadi pemantik bagi kedua pihak untuk bersinergi dan memberi manfaat simbiosis mutualis bagi semua pihak. Artikel-artikel dalam buku ini sebagai cermin berbagai rasa, refleksi individu, pengalaman berinteraksi dengan berbagai pihak termasuk alam yang menyelimuti lokasi tempat RK berlangsung.

Semoga kegiatan RK di kabupaten Wonosobo serta berbagai refleksi yang tertuang dalam buku ini menjadi penyemangat bagi semua pihak untuk selalu mensyukuri karunia dan talenta yang dimiliki, menjadi penggugah keinginan dan minat diri untuk lebih banyak melakukan aksi nyata dalam menemani sesama meningkatkan kualitas kehidupan yang dihadapi.

Berkah Dalem

Semarang, 21 April 2017

Dr. Berta Bekti Retnowati, M.Si.

Ketua Panitia