1 Sosok Sang Camar yang Innovative dan Inspiratif di Mataku

Oleh Al. Ponco Hadi, Tenaga Kependidikan, Ka.Biro Administrasi Akademik, Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2016.
Berbagi pengalaman bersama Prof. Ir. Y. Budi Widianarko, MSc sebagai pengelola Universitas selama kurun waktu tujuh tahun berjalan tidaklah mudah bagi saya untuk menyampaikan pemikiran dan pengalaman beliau tentang rekam jejak bersama Prof. Budi atau Sang Camar (demikian beliau disebut dalam buku ini) di posisi saya sebagai tenaga kependidikan.Pertama, saya mengenal sosok beliau sebagai pribadi yang berwibawa dan “tetek”(gigih) dengan ide dan gagasan yang diusung, dimata saya beliau juga merupakan sosok Rektor yang sederhana,  apa  adanya/simple  tapi juga kadang suka bercanda dengan gaya intelektualitasnya yang tinggi saat berbicara di mimbar bebas seperti refleksi karya sebagai ajang aktualisasi diri beliau tentang capaian yang telah ditoreh selama setahun berlalu dan rencana pengembangan di tahun kemudian apalagi dengan gaya “ngeles” beliau yang elegant ketika dihadapkan pada sebuah pertanyaan tentang fenomena yang terjadi di unika maupun di lingkungan sekitar, beliau akan sangat lugas menjawab menyebabkan si penanya akan mengganggukkan kepala seakan setuju dengan pernyataan beliau.Kedua, tentang pemikiran-pemikiran beliau yang menurut saya sangat positif mengedepankan kepentingan bersama (dosen dan tenaga kependidikan), telor-telor yang telah ditetaskan  seperti   peningkatan   pendapatan, peningkatan kesejahteraan berupa KPO (Kesesuaian Penilaian Organisasi), LKD (Laporan Kinerja Dosen) dan adik bungsu LKTK (Laporan Kinerja Tenaga Kependidikan) yang menurut saya relatif adil ketika seorang dosen atau tenaga kependidikan dinilai dengan metode penilaian 360o, dan tak kalah pentingnya adanya kesejahteraan proteksi kesehatan dari asuransi swasta maupun dari asuransi BPJS ketenagakerjaan.

Ketiga, dalam menyikapi tantangan Perguruan Tinggi Beliau dapat menjadikan Unika Soegijapranata sebagai universitas yang sedang berkembang banyak menorehkan prestasi. Prestasi bergengsi di ajang Perguruan Tinggi adalah diperolehnya Akreditasi Institusi A (pertama di Jawa Tengah dari 250 lebih PTS di Jawa Tengah) bagi Unika Soegijapranata ini merupakan momentum yang sangat ditunggu-tunggu sebagai pembuka kabar baik di awal tahun

2017 dan kado akhir jabatan beliau, walaupun beliau mengakui kesalahan tidak melalukan pendampingan saat Akreditasi  Institusi sebelumnya di tahun 2014.

Keempat, pengalaman yang menurut saya langsung bersentuhan  dengan beliau adalah saat  saya harus dengan rendah hati dan santun meminta naskah sambutan  beliau untuk disertakan dalam buku wisuda (wisuda diselenggarakan 3 kali dalam setahun) di sela-sela kesibukan beliau. Hampir setiap naskah yang dikirimkan beliau melebihi skedule waktu yang telah ditetapkan, ini merupakan tantangan saya sebagai ketua wisuda untuk selalu kreatif menyikapi fenomena 4 bulanan ketika wisuda akan diselenggarakan. Alasan keterlambatan ini memang sangat rasional mengingat sambutan- sambutan beliau di acara wisuda memang dipersiapkan dengan matang sebagai bekal para wisudawan entah memberikan wacana baru yang sedang hits, keprihatinan akan kondisi masyarakat bangsa dan Negara serta ajakan untuk menghadapi masa depan.

Sebagai gambaran sambutan beliau tahun 2010 diawali dengan memberikan bekal untuk mengarungi hidup secara ringkas apa yang disebut sebagai Five Minds for the Future” oleh Howard Gardner (2006), serta sambutan pamungkas beliau di acara wisuda bulan April tahun  2017  membagikan sharing tentang  buku yang dibaca beliau dengan judul “The Organized Mind – Thinking Straight in the Age of Information Overload” (“Pikiran yang Tertata – Berpikir Lurus di Era Luapan Informasi ”). Karya-karya sambutan beliau di acara wisuda dapat tersaji secara lengkap pada terbitan buku yang diberi judul “Mandat dan Hakikat Universitas”.

Akhir sharing saya secara pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Budi atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk mendampingi beliau menggawangi bidang administrasi akademik dua kali periode tahun 2010-2014 dilanjut 2014-2018, buah dari kepercayaan ini serta  dukungan dan  restu  dari  beliau  di  tahun  2016 saya  terpilih  menjadi juara  satu tenaga kependidikan berprestasi  tingkat nasional. Kepemimpinan Bapak tidak akan saya lupakan selama saya mengabdi di Unika Soegijapranata, selamat berkarya sebagaimana fungsional Bapak sebagai Profesor dengan melahirkan penelitian-penelitian baru yang lebih inovatif dan inspiratif bagi para dosen dan tenaga kependidikan.

Dan semoga di bawah kepemimpinan Rektor terpilih Prof. Frederik Ridwan Sanjaya sebagai camar muda Unika akan mengepakkan sayapnya lebih tinggi lagi dan kami tenaga kependidikan juga akan lebih diberdayakan, diperhatikan dan dimotivasi. Amin.