10 Tarian Sang Camar

Oleh: Lindayani, Dekan Pasca Sarjana

Burung camar dikelompokkan sebagai penerbang yang handal, mampu terbang membumbung tinggi menembus awan dan melayang-layang di atas tiupan angin laut. Sang camar mempunyai keunggulan daripada saudara-saudara sesama burung, sang camar piawai memanfaatkan energi dengan menggunakan aliran udara yang dihasilkan oleh gelombang-gelombang tinggi. Paruhnya yang runcing dan kuat, dilengkapi pula oleh kemampuan penglihatan jarak jauh terutama pada kondisi berkabut.

Camar mempunyai lingkungan yang letaknya di atas tebing-tebing, bersama dengan kawanannya. Sang camar memiliki “hati ” yang lembut, naluri yang kuat untuk melindungi anak-anaknya dari pemangsa. Tidak segan-segan sang camar akan menyerang pemangsa yang mengusik anaknya. Anak-anaknya akan aman, pada waktunya anak-anak akan terbang tinggi meninggalkan sarang dan mengikuti gerakan dan tarian-tarian indah sang camar.

Perjalanan yang dilalui Sang Camar bersama dengan kawanannya tentulah tidak  mulus. Ada  kalanya  untuk memenuhi kebutuhan  makan, camar dapat  dengan mudah hanya memakan sisa-sisa ikan kecil yang dibuang oleh nelayan dan itu terjadi setiap musim panen ikan. Jika masa paceklik tiba, Sang camar perlu menggunakan kepiawaiannya untuk mencari ikan di laut. Sang camar mulai melakukan gerakan tarian yang indah, sulit dan berbahaya sehingga tidak semua kawanan camar “berani ” untuk mengikuti gerak tariannya karena ada ketakutan, kekawatiran gagal dan salah gerakan sehingga berakibat patah sayap atau bahkan terbentur tebing tinggi sehingga jatuh ke laut dalam kondisi tidak sadar.

Sang camar memang berbeda dari kawanannya karena memiliki keunggulan dan kemampuan natural yang terus diasah. Yang menarik adalah sang camar mampu mengasah ketajaman penglihatan sehingga kemampuan menembus kabut untuk mencengkram mangsanya dilakukan dengan tepat. Mangsanya dicengkram kuat dan dibawa melayang-layang disertai dengan tarian berupa gerakan-gerakan yang indah. Sang camar sungguh menikmati kegiatannya sehingga kawanannya mulai melihat dan mencermati ada “sesuatu” yang perlu  diteladani  dari  kemampuan sang  camar  melakukan kemampuan terbang tinggi, menukik tajam dan menembus air laut untuk menangkap mangsanya. Sungguh, kegiatan dan gerakan yang memerlukan latihan dan waktu untuk mengimbangi sang camar. Sang camar menunjukkan adanya perubahan  yang perlu dilakukan oleh kawanannya supaya dapat  terus berkembang, keluar dari kebiasaan yang menjadi tradisi.

Kawanan sang camar mulai menunjukkan adanya perubahan sang camar mendidik kawanannya melalui tindakan atau contoh-contoh.  Disebalik pelajaran yang diberikan sang camar, pembelajarannya adalah perubahan yang baik dapat   menghasilkan perbuatan yang baik. Ada kalanya sang camar lelah dan tidak nampak maneuver yang selalu ditunjukkannya pada saat terbang. Sang camar pergi meninggalkan kawanannya untuk mencari keheningan dan melayang jauh mengembara untuk mendapat tantangan baru demi mencapai kesempurnaan.   Kemampuan terbang menghadapi perubahan cuaca  dan  tarian  dengan  gerakan yang semakin sempurna merupakan hasil pengembaraannya.

Sang camar  selalu  berbagi  ilmu yang dicapai setiap  kali pulang dari pengembaraannya. Kawanannya selalu diberi pelajaran melalui tarian yang ditunjukkan pada  saat  sang camar melayang-layang di udara. Beragam reaksi yang terjadi dalam kawanan yang melihat tarian sang camar. Ada yang berdecak  kagum lalu  berinisiatif untuk  memperbaiki kemamuan terbang dan gaya terbang. Ada juga yang berdecak kagum namun tidak mampu untuk bertindak. Saat yang paling bahagia adalah ketika kawanan sang camar tidak membiarkan anggotanya yang terpuruk, ada semangat untuk maju bersama melakukan maneuver yang indah di angkasa. Menyebar kasih dan penuh kesadaran. Membumbung tinggi dan semakin tinggi tanpa takut menabrak tebing karena sudah mempunyai kemampuan terbang yang teruji. Sangat indah tariannya dan kadang kala menukik untuk mencengkram mangsa dan terbang lagi menuju sarang masing-masing untuk meneruskan tanggungjawab camar-camar lainnya.

Sang camar telah men-transfer ilmunya kepada camar-camar lain yang mau belajar dan mengikuti perbuatan baik sang camar. Sang camar membiarkan camar-camar lain belajar dari kemampuan yang ditunjukkannya melalui tarian indahnya dan akurasi sang camar untuk menhindar dari tebing yang menjulang. Sang camar melihat adanya perubahan  yang jelas terhadap kawanannya. Lagi-lagi sang camar melakukan maneuver yang sangat indah untuk menunjukkan bahwa belajar dan bertindak tidak pernah selesai. Terima kasih sang camar atas jasamu yang tidak pernah lelah untuk menunjukkan semua gaya terbang melambung tinggi dan kemampuan menukik mangsa menerobos kabut, ilmu-ilmu yang ditransfer sehingga camar-camar lain dapat  melakukan maneuver yang merupakan tarian  indah seperti  yang dilakukan Sang Camar. Sang camar telah terbang tinggi lagi dan melakukan pengembaraan untuk mencapai kesempurnaan.