7 Terima Kasih Bapa, Kau Anugerahkan Pak Budi Widianarko Untuk Unika Soegijapranata

Oleh: Bernadeta Lenny Setyowati, Ka. UPT. SSCC, mantan Ka Sekretariat Rektorat, mantan Ka. UPT PRM

Pertemuan  pertama  dengan Pak Budi Widianarko (Pak BW) saat  itu beliau sebagai Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama (WR IV) Unika Soegijapranata pada akhir Juli 2002, saat saya pindah tugas dari Unit Centre for Language Training (CLT) Mentri Supeno ke Sekretariat Rektorat  di Bendan Dhuwur. Namun, sebelumnya saya sudah  beberapa kali melihat Pak BW  saat mencari informasi kursus Bahasa Inggris untuk putranya di CLT, maupun saat beliau melakukan kunjungan sebagai WR IV ke CLT sebagai unit wirausaha.

Tidak banyak kesan yang saya dapat pada awal bekerja di rektorat, karena sebagai tenaga kependidikan baru di rektorat dan satu – satunya perempuan saat itu (pada masa kepemimpinan Bruder Martin sebagai Rektor, semua Wakil Rektornya  adalah  laki –  laki, sampai  ke tenaga  kependidikan di sekretariat rektorat yaitu 2 orang staf administrasi dan 1 orang staf rumah tangga juga laki – laki). Saya lebih banyak diam mendengarkan sambil menyimak pembicaraan dan tugas – tugas yang diberikan kepada saya, karena pekerjaan yang relatif berbeda dari unit kerja saya sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu tugas di rektorat, saya menjadi sedikit lebih banyak tahu tentang beliau. Pak BW mempunyai banyak cara untuk membuat kami staf  di sekretariat  rektorat tidak kehilangan selera  humor,  ketika memberikan tugas kepada kami tak jarang beliau melemparkan candaan, serius tapi santai. Pada saat sekretariat sedang padat tugas dan lupa makan siang (sebetulnya bukan lupa namun hanya terlambat beberapa waktu saja untuk makan siangnya), beliau juga tak jarang mengingatkan kami untuk makan siang dahulu kemudian melanjutkan pekerjaan. Nah tentang makan siang ini ada kejadian yang lucu, beliau sangat detail orangnya bahkan hal kecil yang bagi kami biasa saja namun oleh beliau bisa terpikirkan lebih detail dan berakhir dengan membawa perubahan positif…….hingga  pada saat  itu kami di gedung Mikael lantai 3 dengan suka cita mengucapkan selamat tinggal pada rantang – rantang …he…he..he…(hanya yang pernah di rektorat tahun 2002 – 2003 yang mengalami hal ini, mungkin tahun – tahun sebelumnya juga), sekarang no more rantang ya Pak BW.

Kartu  ucapan ulang tahun  untuk warga Unika Soegijapranata yang kita terima setiap tahun di hari kelahiran kita ide awalnya dari Pak BW beserta tambahan permennya, maaf Pak BW saat awal kami di sekretariat rektorat mengeksekusi ide dari Bapak belum seperti harapan Pak BW, namun dengan masukan dari Pak BW kartu ucapan semakin baik hingga seperti sekarang yang kita terima, sungguh Pak itu berkesan dan bermakna bagi kami yang menerimanya, sentuhan kecil dari Unika 1 untuk kami.

Pak  BW   sebagai  seorang  pemimpin  seringkali  memberikan motivasi kepada kami untuk melakukan tanggung jawab lebih dari apa yang dapat dilakukan, menyemangati untuk mengatasi hambatan, masalah yang kami hadapi berkaitan dengan bidang pekerjaan kami. Pengalaman saat menjadi Kepala  Unit Pelaksana Teknis  Promosi dan Rekrutmen  (UPT. PRM) beliau intens memantau perkembangan proses penerimaan mahasiswa baru dan banyak memberikan masukan untuk pelaksanaan promosi yang lebih baik. Leadership is an influence relationship among leaders and followers who intend real changes that reflect their mutual purposes (Rost, 1993: 102). Pak BW sebagai Unika  1 memberikan pengaruh yang positif kepada kami para stafnya untuk bersama-sama mengadakan perubahan guna mewujudkan cita – cita bersama Unika Soegijapranata yang lebih baik, Unika yang impressive and meaningful bagi warga internal Unika sendiri dan pihak eksternal.

Dalam  pertemuan  dengan  tenaga  kependidikan pada  tiap tahun  saat menyampaikan  arahan   rencana   anggaran universitas,  beliau   selalu menyampaikan ajakan kepada kami untuk melakukan pekerjaan melampaui Business As Usual (BAU)  dan semua bisa dilakukan dari mulai hal – hal terkecil dari diri kita masing – masing di unit tempat kerja kita, bahwa bekerja tidak hanya memenuhi tuntutan namun beliau menyampaikan bahwa orang bekerja dengan penuh semangat, melampaui apa yang diharapkan.

Pada pidato saat  beliau mencalonkan Rektor dan seringkali juga masih disampaikan oleh beliau tentang  prinsip kepemimpinannya yaitu “PGP” Pelayan, Gembala dan Pengurus, hal ini sungguh benar kami rasakan dalam kepemimpinan Pak Budi, sebagai Rektor Unika Soegijapranata.

Pemimpin sebagai Pelayan ditunjukkan Pak BW dengan hal – hal sebagai berikut: komunikasi yang bersifat dua arah antara Pak  BW sebagai pemimpin di Unika Soegijapranata dan kami pengikutnya sebagai orang yang dipimpin, beliau terbuka dan mendengarkan terhadap masukan dari kami pengikutnya bahkan masukan dari orang kecil jika hal tersebut memberikan manfaat untuk Unika Soegijapranata. Pak BW menggunakan waktu dan energi dengan tidak hitung – hitungan, contoh kecil: sebagai dosen  pembimbing saat beliau melakukan bimbingan skripsi untuk para mahasiswanya, dari yang saya amati saat bertugas di sekretariat Rektorat saat Pak BW memegang jabatan  struktural dari WR  IV  kemudian berlanjut Rektor, Pak BW  tetap menyediakan waktu bimbingan yang berkualitas untuk para mahasiswanya. Beliau menyediakan waktu yang benar – benar longgar saat  itu khusus untuk mereka, kemudian para mahasiswa tersebut diminta mengisi jadwal bimbingan yang mereka pilih dari jadwal yang disediakan Pak BW,  dan ada plusnya juga….terkadang beliau menyediakan makanan (Bakmie Tong Hien…ups…ups…tidak boleh menyebut merek ya, rujak ataupun makanan ringan lain, tentunya  dengan  bantuan dari  Mas Udin atau  Mas Inang menyiapkannya saat  itu) untuk mereka. Saat hal tersebut  pernah  saya tanyakan ke Pak  BW mengapa melakukan hal itu, jawabannya adalah karena pada saat Pak BW menjadi mahasiswa dan bimbingan dengan Dosbingnya Pak BW juga mendapatkan hal yang kurang lebih sama. Peristiwa waktu itu sangat membekas diingatan Pak BW, hal yang tentu  membahagiakannya sebagai anak kos mendapatkan suguhan gratis apalagi dari dosennya tentu suatu  kebahagiaan dan  kebanggaan tersendiri,  maka Pak BWpun  ingin memberikan kebahagiaan juga kepada para mahasiswanya. Pak BW tak hanya membagikan ilmunya namun persahabatan kepada para mahasiswanya. Pak BW  juga orang yang tidak pelit berbagi tips, pengalaman positif dengan para  mahasiswanya saat  mengajar di kelas (hal ini saya dapatkan  dari informasi dari para mahasiswa Prodi Teknologi Pangan yang pernah menjadi tim Students Get Students di UPT. PRM). Sikap Pak BW sebagai pemimpin sebagai pelayan juga dicontohkan oleh beliau pada saat kegiatan refleksi karya beberapa tahun yang lalu, beliau tanpa “minggrang minggring” siap menyentuh dan membersihkan bagian – bagian yang kotor pada saat bersih kampus di Unika Soegijapranata, seingat saya Pak BW membersihkan kamar mandi di gedung Thomas Aquinas.

Pemimpin sebagai Gembala, Pak BW sebagai pemimpin berjalan di depan mengarahkan ke tujuan yang akan dicapai Unika Soegijapranata. Ada suatu kejadian yang berkesan bagi saya adalah saat akhir tahun 2011 saya diberi tugas untuk menjadi kepala biro (saat itu BKRM yang sekarang menjadi UPT. PRM), Pak  BW memberikan tuntunan dan bimbingan bagaimana membangun keluwesan dan keyakinan sebagai pimpinan, dengan memberikan beberapa copy halaman buku yang beliau anggap penting dan dapat  mendukung tugas baru saya sebagai kepala biro (karena sebelumnya bertugas sebaga Kepala  Sekretariat  Rektorat)  dari  Buku Proactive Visionary Leadeship. Sebagai Gembala Pak BW   juga menunjukkan ketegasannya  pada  saat diperlukan, sebagai contoh ketika saya kurang cekatan dalam memproses untuk  menindaklanjuti iklan Penerimaan  Mahasiswa Baru (PMB)   yang harus muat di media cetak, Pak BW mengatakan dengan tegas “Marketing relates with second not minute even hour, so think, act and do fast.” Terima kasih Pak Budi, sangat bermanfaat. Pak BW sebagai pemimpin memandang kami pengikutnya sebagai rekan kerja, yang menjadi teman  perjalanan beliau dalam memimpin kapal besar Unika Soegijapranata, sehingga saat berkomunikasi dengan kami orang – orang kecil seolah tak ada sekat atau jarak (ini yang saya rasakan juga pengalaman beberapa teman – teman kerja di Unika Soegijapranata dan para mahasiswa beliau yang pernah langsung berkomunikasi dengan beliau) sangat pandai menggunakan pilihan kata dan topik pembicaraan dengan menyesuaikan audiens yang dihadapinya. Beliau paham betul apa yang menjadi harapan, kegembiraan, bahkan ketakutan dan kecemasan kami.

Terima  kasih Pak Budi untuk dukungan dan  kepercayaan kepada  saya untuk mengambil keputusan dan tanggung jawab, yang pada saat itu saya meminta waktu kurang lebih 2 minggu menjawab  tantangan akan tugas baru untuk saya di Unika Soegijapranata. Terima kasih untuk banyak hal yang menginspirasi saya, terima kasih untuk pinjaman DVD serial drama Koreanya, terima kasih untuk buah tangan dari Rektor saat bertugas ke luar negeri, terima kasih untuk traktiran makan siang beberapa kali dari Rektor dan WR 4 untuk kami tim UPT. PRM sebagai ucapan syukur saat PMB tahun 2012 dan PMB tahun 2013, menjadikan kesan yang mendalam dan suatu kebanggaan bagi kami tim UPT. PRM, dan yang paling utama adalah terima kasih telah menjadi Bapak bagi kami seluruh warga di Unika Soegijapranata.

Pengalaman lainnya yang menunjukkan Pak BW seorang pemimpin sebagai gembala, saat Pak BW mengorbankan dirinya demi domba – domba yang digembalakannya, pengalaman pada acara kebersamaan setelah upacara 17   Agustus  2016. Seperti  pada  tahun  –  tahun  sebelumnya  pada saat sambutan pada acara kebersamaan tersebut  Pak BW  akan menyebutkan dan memberikan selamat untuk program – program studi yang mengalami peningkatan jumlah mahasiswa dibandingkan pada  tahun  sebelumnya. Kemudian, mengundang pimpinan program studi, fakultas yang disebutkan untuk  maju dan  menerima  nasi  bancaan sebagai  ucapan  syukur dan terima kasih. Pada periode lalu, ada beberapa  program studi (kebetulan program studi tersebut yang menjadi sayap untuk bisa mengangkat sang camar  terbang  lebih  tinggi) mengalami penurunan  jumlah mahasiswa baru dibandingkan periode tahun akademik pada tahun sebelumnya, dan Pak BW  mengatakan bahwa terjadinya penurunan tersebut  100% karena kesalahannya sebagai Rektor, sebagai pemimpin Pak BW mengatakan hal tersebut demi kebaikan bersama. Sungguh, saat itu saya yang sedang berdiri di barisan peserta acara kebersamaan tersebut mendengar pada saat Pak BW mengatakan hal itu, tak terasa ada bulir yang menetes dari sudut mata saya, dan saya berucap dalam hati “Sir, you shouldn’t say that, it’s not your fault, it’s our responsibility, it’s all my fault and my teams in promotion department. We will try harder next year, so you shouldn’t say those words Sir.”

Pemimpin sebagai Pengurus yang mengemban amanah kepercayaan dan tanggung jawab dengan penuh kesungguhan (Gunawan, 2014: 49). Pemimpin sebagai pengurus ditunjukkan Pak BW  dengan mengajak kita sebagai pengikut orang yang dipimpin beliau bekerja sama memperjuangkan apa yang menjadi arahan Pak BW, sehingga banyak capaian telah diraih Unika Soegijapranata pada kepemimpinan Pak BW, salah satunya adalah nilai A untuk Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi dan menjadi PTS pertama di Jawa Tengah yang mendapatkannya.

Pada 2 periode kepemimpinan Pak BW, nilai-nilai Mgr. Albertus Soegijapranata tentang Kekatolikan dan Nasionalisme digali kembali, dan ditanamkan di Unika Soegijapanata dengan berbagai kegiatan seperti Arising the Grateful Winner (ATGW) untuk para mahasiswa, Soegijapranata Memorial Lecture (SML) untuk pejabat struktural yang dimulai tahun 2010, Refeleksi Karya untuk seluruh dosen dan tenaga kependidikan di Unika Soegijapranata. Terima kasih Pak Budi telah membentuk  The Soegijapranata Institute (TSI), sehingga sebagai warga Unika Soegijapranata kami jadi lebih mengenal, mengetahui tentang pandangan, nilai – nilai dari Mgr. Albertus Soegijapranata pelindung Universitas kita dan untuk terus mencoba meneladaninya dalam kehidupan sehari – hari.

Pak BW sebagai pemimpin, memberikan kesempatan  dan  menyiapkan munculnya pemimpin – pemimpin baru untuk regenerasi pemimpin di Unika Soegijapranata  dengan mengirimkan beberapa  dosen  untuk  mengikuti leadership training, sejauh yang saya ketahui (karena mungkin ada banyak nama yang belum saya sebutkan) para dosen tersebut diantaranya: Bu Ika dari Fak. Ekonomi dan Bisnis, Bu Cicih dari Fakultas Psikologi, Bu Lastri dari Fakultas Psikologi, Bu Cecil dari Fak. Bahasa dan Seni.

Ada  enam kualitas seorang pemimpin menurut Anthony D’ Souza yaitu: clear vision (visi yang jelas), credibility (kepercayaan), character (karakter), confidence (keyakinan), commitment (komitmen) dan courage (keberanian) (D’Souza, 2007:201-202).   Bagi  kita  warga  Unika Soegijapranata  pasti merasakan dan mengetahuinya, bahwa Pak Budi mempunyai kesemuanya itu, merupakan suatu anugerah dari Bapa bahwa kami dianugerahi seorang Pak  BW sebagai Rektor di Unika Soegijapranata.

Akhir kata, semoga Prof. Budi tetap menjadi camar yang menginspirasi kami, tetap terbang tinggi untuk mencapai segala hal yang beberapa waktu sering tertunda  (menulis artikel di media, melakukan penelitian  dan  menulis jurnal) karena kesibukan dan fokus beliau pada saat  menjabat sebagai Rektor. Tagline dari periode kepemimpinan pertama Pak BW (tahun 2009 – 2013), yang menurut pendapat saya masih tetap kekininan sampai saat ini

Pak  BW “Are yoUnika?  You are not unique, if you are not UNIKA.”

Daftar Pustaka:

D’Souza, A. (2007). Proactive Visionary Leadeship. Jakarta: Trisewu Nagawarsa.

Gunawan, Y.   (2014).   Kepemimpinan   Kristiani  Melayani  Sepenuh  Hati. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Rost,  J. C. (1993). Leadership for The Twenty-First Century. London: Westport