1 BIOMIMETIK UNTUK IDE DAN GAGASAN

Dr. Alberta Rika Pratiwi, MSi

1.1 BIOMIMETIK

Kosakata biomimetik (dalam bahasa Inggris : biomimetic) merupakan istilah yang digunakan oleh para biolog untuk suatu produk atau mekanisme yang dibuat manusia sebagai hasil tiruan dari apa yang dimiliki baik mekanisme atau produk mahluk hidup tumbuhan atau hewan. Produk yang dihasilkan meniru produk atau mekanisme dari proses yang dilakukan oleh hewan atau tumbuhan di alam lingkungannya. Produk yang dihasilkan menggunakan landasan biomimetik telah dilakukan salah satunya dalam menghasilkan material silika, yang diawali hasil penelitian Kroger dkk yang dipublikasikan tahun 2001 dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. Silika dibuatnya meniru bagaimana mahluk hidup Diatom – sejenis ganggang sel tunggal yang 90% lebih selnya mengandung silika. Kroger menggunakan pendekatan biomimetik untuk menghasilkan material silika. Apa yang dilihat dari mahluk Diatom sehingga menghasilkan silika. Diatom adalah jenis ganggang bersel tunggal yang hidup di laut – sebagian besar bagian tubuhnya merupakan material silika dan diketahui sebagai silika dengan struktur berpori skala nano (satu per satu milyar) dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Diatom hidup di lingkungan yang tidak ekstrim, yang dimaksud adalah hidup dalam kondisi tanpa suhu tinggi dan faktor lingkungan lainnya yang alami. Sementara silika yang diproduksi oleh Industri buatan manusia selama ini dibuat menggunakan kondisi- kondisi ekstrim – temperatur hingga ribuan derajat Celsius ditambah dengan bahan-bahan yang bersifat toksik.

Bagaimana Diatom membuat silika tersebut ? – Bagaimana silika terbentuk di tubuh Diatom?, Bagaimana prosesnya?  – Apa saja bahan penyusunnya?. Sejumlah pertanyaan untuk mewujudkan gagasan bagaimana membuat atau memproduksi silika dengan cara meniru Diatom dalam menghasilkan silika– Itulah Biomimetik.

Tulisan  di  atas  merupakan  contoh  bagaimana  biomimetik  menjadi  salah satu pendekatan yang digunakan untuk menghasilkan suatu material tertentu yang bernilai tinggi untuk kesejahteraan manusia. Ide atau gagasan menghasilkan material dengan cara meniru apa yang dilakukan oleh mahluk hidup di lingkungannya adalah suatu keniscayaan. Ada ratusan jenis hewan dan tumbuhan yang dapat dipelajari mekanismenya dalam membuat atau menghasilkan material sebagai bagian tubuhnya atau sebagai mekanisme melangsungkan hidupnya untuk menginspirasi gagasan dan ide-ide baru yang bisa digunakan untuk kesejahteraan umat manusia. Menarik untuk berselancar membuat gagasan dan ide-ide baru dengan melihat bagaimana tumbuhan dan hewan melangsungkan hidupnya bersama alam. Apakah ini plagiasi apabila membuat produk karena meniru alam? “Penciptaan itu tidak de novo”  artinya penciptaan itu tidak pernah sendiri. Dalam arti bebas kalimat tersebut ingin menyampaikan bahwa ide, gagasan, wacana yang lahir dari pemikiran manusia selalu melalui proses-proses tertentu menggunakan seluruh pancaindra – seperti melihat dengan proses membaca atau secara langsung, mendengar, merasakan, mencecap dan lain sebagainya. Dengan melalui banyak proses, maka ide dan gagasan menghasilkan buah karya baik teknologi maupun non teknologi atau ilmu sosial akan muncul sebagai akumulasi yang mengendap secara dalam pada seseorang bersama alam lingkungannya. Di sanalah makna menjadi milik pribadi yang ditemukan juga secara pribadi.

1.2. KEKUATAN TULISAN

Ide dan gagasan yang muncul atau keluar dari buah-buah pikiran dan hati, diperlukan media sebagai wadah untuk sampai kepada pihak-pihak yang terkait atau masyarakat luas. Publik bertindak sebagai “pencatat” gagasan atau  ide  itu  sendiri.  Mengapa  harus  ada  media  untuk  tempat  ide  dan gagasan tertuang?. Telah lama diketahui bagaimana suatu tulisan memiliki kekuatan untuk menggiring atau mempengaruhi pengambilan keputusan. Sejarah mencatat bagaimana tulisan dapat menjadi alat komunikasi efektif menyampaikan  pesan  ke  kalayak  yang  lebih  luas  dibandingkan  dengan cara  bertutur.  Media  cetak  dalam  hal  ini  koran  atau  majalah  menjadi tempat atau wadah untuk   menampung bahasa tulisan tersebut kemudian mendistrbusikan  ke  publik.  Itulah  efisiensi dan  efektifnya  sebuah  media masa koran atau majalah.

Kekuatan sebuah tulisan bagi penulisnya sendiri adalah mencatat sejarah dirinya tentang apa yang pernah dilakukan. Menurut sastrawan terkenal Pramoedya Ananta Toer bahwa, “…. Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang  di dalam masyarakat dan dari sejarah dan menulis adalah bekerja untuk keabadian.….”. Sangat jelas untuk apa sebuah ide dan gagasan perlu dituangkan dalam tulisan.

1.3. RANGKAIAN IDE DAN GAGASAN

Di lingkungan terdekat tempat dimana seseorang dilahirkan dan dibesarkan, biasanya menjadi tumpuan dan tujuan ide dan gagasannya.   Artikel yang terangkum dalam buku ini juga semata hanya untuk tanah air ini. Ada 5 (lima) pengelompokan sebagai gagasan, ide dan wacana yang tertuang dalam buku Unika dalam Wacana ini. Pengelompokan menunjukkan adanya kesamaan atau dukungan satu sama lain terhadap ide dan gagasan yang meletup dari para penulis ini. Sebuah rangkaian ide dan gagasan dari berbagai disiplin ilmu, ternyata memiliki satu tujuan yakni membuat tanah air ini menjadi lebih baik di kemudian hari dalam berkomunitas, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berlandaskan keragaman dan kekayaan aneka budaya maupun alam menjadi insprasi memunculkan ide dan gagasan yang mewujud dalam tulisan-tulisan ini.

1.4. MENYATUKAN INSAN DALAM KEBERAGAMAN

Semua warga Indonesia dapat dipastikan bahwa Indonesia   memiliki banyak agama, suku, pulau yang berpotensi adanya konflik oleh karena perbedaannya. Sangat dirasakan perlu adanya pengingat untuk tetap menjadi Indonesia seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini. Bagaimana menyatukan insan dalam keberagaman menjadi fokus bagaimana para penulis menuangkan gagasannya dengan caranya masing-masing, dengan melihat alam sekitar yang menyertai waktu hidupnya. Untuk itu Antonius Maria Laot Kian menulis artkel berjudul Nasionalisme Ala Sepakbola : Pesan dari Yogya. Artikel ini jelas memaknai bagimana sejatinya menjadi warga negara Indonesia. Disusul dengan himbauan oleh seorang rohaniawan Rm Yohanes Gunawan PR (pengampu matakuliah Agama), bagaimana menjadi peduli dengan tanah air ini lewat artikelnya yang sangat lugas berjudul Peduli pada Tanah Air dan Kemanusiaan. Rm Gunawan memberikan patron yang jelas dalam berbangsa dan bernegara. Lewat sosok Mgr Soegijapranata (sebagai Uskup) disampaikan bahwa menurutnya pemikiran dan tindakan Soegijapranata sangat inklusif dan berorientasi pada bangsa dengan memberi contoh salah satunya bagaimana gereja mendukung pemerintahan Indonesia yang berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta dengan memindahkan pusat gereja dari Semarang ke Yogyakarta (1946-1949).

Indonesia yang beragam membutuhkan suatu komitmen yang sangat tinggi dan pemahaman yang luar biasa atas keragaman budaya tanah air ini. Gagasan Ign Dadut Setiadi tertuang dalam artikel berjudul Kebhinekaan Berbingkai  Toleransi. Artikel  tersebut  menempatkan  toleransi  sebagai satu cara bagaimana menjadi warga Indonesia. Toleransi digunakan untuk membungkus kebhinekaan di Indonesia, sebenarnya bukan sesuatu yang baru karena budaya sejati warga yang sejak dulu dimiliki adalah budanya srawung. Budaya ini merupakan modal untuk bisa bertoleransi. Sebagai komitmen dalam menjaga keberagaman ini, Rm Gunawan PR kembali menuliskan  artikel  Melestarikan  Budaya  Srawung  yang  didukung  oleh Y. Budi Widianarko dengan artikelnya Srawung Menumbuhkan Saling Percaya. Menurutnya srawung mengandung filosofi yang mendalam. Srawung tidak hanya dimaknai sebuah perjumpaan, tetapi dengan srawung ada rasa yag muncul yakni belajar, menimba inspirasi (ngangsu kawruh). Dalam artikelnya Y.  Budi Widinarko menyampaikan bahwa “…pendidikan di semua jenjang termasuk pendidikan dalam keluarga, harus memberikan ruang seluas-luasnya bagi terjadinya srawung antaranak bangsa dari segala kelompok SARA.

Saling percaya merupakan landasan kuat dalam membangun sebuah komunitas dalam tujuan apapun termasuk dalam berbangsa dan bernegara tentunya. Dalam sebuah komunitas dibutuhkan suatu komunikasi seperti yang diungkap oleh Ign. Dadut Setiadi. Menurutnya komunikasi menjadi landasan untuk memasuki sebuah arena TQM (Total Quality Management). Meski tidak nampak terkait dengan keragaman atau kebhinekaan Indonesia, namun  ibarat  sebuah  perusahaan, Indonesia  membutuhkan  pengertian sejati  tentang komunikasi  untuk  menjadi  berkualitas  termasuk  mengatur segala sesuatunya.  Untuk itu sumbangan pemikiran Dadut berjudul Peran Komunikasi dalam Total Quality Management (TQM) sangat relevan untuk situasi saat ini.

Secara spiritual bagaimana pentingnya menjaga keberagaman dari berbagai suku, agama dan ras, lagi-lagi Rm Gunawan dan Dadut menyerukan kiat sebagai warga negara dan warga gereja dalam menterjemahkan apa yang ada di Indonesia ini sebagai sebuah karunia. Artikel tentang Sejahtera, Bermartabat dan Beriman mengingatkan tentang peran keseimbangan dalam menjalani kehidupan seorang yang beriman secara katolik ditambah dengan artikel Ekaristi : Puncak Kasih Allah dan Kematian yang Menyelamatkan. Tiga artikel terakhir ini menjadi puncak penghayatan dalam menjaga kodrati kita sebagai insan yang beragam yang diciptakan oleh Tuhan sang Maha Agung.

1.5. MENGELOLA TANAH AIR

Sebuah tantangan tak terelakkan ketika menjadi tumbuh, hidup dan bermasyarakat di bumi Indonesia. Dengan keunikannya dalam mengisi kemerdekaan selama 72 tahun pada tahun 2017, apa sumbangan pemikiran para akademisi ini. Ada 9 artikel yang ditulis oleh dua ekonom Unika Soegijapranata. Andreas Lako menyoroti tentang pembangunan ekonomi. Para penggerak ekonomi skala kecil menjadi perhatiannya. Dimunculkannya gagasan  agar  Perbankan  lebih  bermitra  dengan  pengusaha  kecil  karena di sanalah terdapat tanggungjawab ikut serta memajukan kesejahteraan sosial,  memperkuat  ekonomi  kerakyatan  dan memperkuat fondasi serta basis perekonomian nasional – dalam artikelnya   berjudul Kemitraan Memajukan UMKM, semakin jelas bagaimana membangun ekonomi nasional. Memajukan perekonomian nasional, menurut Andreas Lako juga harus disertai dengan tatakelola pembangunan. Ungkapan tersebut tercermin dalam tulisan Mendesak, Reformasi Tatakelola Pembangunan. Salah satu yang disoroti dalam tatakelola pembangunan, juga masalah APBN yang selama ini menjadi biang keladi seretnya kemajuan pembangunan, menjadi fokus perhatian Andreas Lako. Hal ini muncul dalam tulisannya tentang Mencegah Rasionalisasi APBD dan Mencegah Krisis APBD.

Masalah pengamanan keuangan negara tidak terlepas dari masuknya pajak ke negara. Empat artikel dari H. Sri Sulistyanto dan Andreas Lako, sangat intens menyorotinya. Untuk pembangunan kemajuan negara dari aspek pajak, maka tulisan-tulisan bertajuk pajak muncul sebagai sumbangsihnya, yakni   Pajak Pro Inventasi, Politik Pricing Pelayanan Publik, Mengusut Pengemplang Pajak, Mengusut Penggelap Pajak dan Memacu Amnesti Pajak.

1.6. BIJAK MENGGUNAKAN SUMBER ALAM TANAH AIR

Indonesia secara demografi termasuk negara yang berada di iklim tropis. Wilayah dengan iklim tropis memiliki kemelimpahan khususnya tumbuhan dan hewan. Dengan caranya sendiri, alam membentuk keanekaragaman yang  tak terbatas.  Satu  sisi  hal  ini  akan  dapat  menjadi  petaka, karena menjadi  incaran  negara-negara  lain  untuk mengeksploitasi. Hal ini akan terjadi apabila sebagai warganya tidak memanfaatkan dan menjaga. Melalui tulisan V. Kristina Ananingsih menyadarkan akan tingginya biodiversitas tumbuhan   yang   dapat   dimanfaatkan   salah   satunya   sebagai   pewarna alami. Artikel berjudul Perluas Penggunaan Pewarna Alami, juga jelas terinspirasi indahnya tumbuhan dalam mewarnai dirinya. Bagaimana jika makanan menjadi berwarna yang sama indahnya dengan tumbuhan yang menghasilkan warna-warni. Artikel tersebut juga mengungkap bagaimana sebaiknya memanfaatkan sumber alam sekaligus menjaga kesehatan dari bahan alam yang berada di bumi Indonesia. Pada artikel Menakar Sayuran Sehat yang ditulis oleh Probo Y. Nugrahedi, menuangkan ide dan gagasanya agar sayur yang dikonsumsi dapat memberikan manfaat optimal bagi tubuh dari sisi kesehatan. Menurutnya, saat ini semakin tinggi tren menuju sehat dengan bahan alami sayur dan buah. Dengan cara pengolahan yang tepat dapat mengambil manfaat yang maskimal dari aspek kandungan komponen sayur atau buah tersebut.

Dengan pengolahan yang tepat untuk mengambil manfaat secara maksimal sangat mungkin digunakan untuk mencegah ekploitasi sumber alam. Dengan pengetahuan yang benar, dan memanfaatkan secara bijak, maka sumber alam akan menjadi sahabat yang baik dalam kehidupan manusia.

Paradigma Baru Mencegah Kegemukan oleh K. Ardanareswari memunculkan wacana bagaimana agar   memanfaatkan   mikrorganisme untuk  alasan  kesehatan  dari  sisi  kelebihan  berat  badan  seseorang  yang ideal. Mikroorganisme yang bermanfaat untuk pencernaan disebut sebagai Probiotik. Mikroorganisme sebagai probiotik sangat banyak berada pada produk-produk olahan fermentasi khas di Indonesia yang juga menjadi salah satu karakteristik keragaman hayati mikroorganisme khas tropis.

Pada akhirnya sumber alam yang ada di tanah air ini perlu mendapat perhatian dari berbagai1.7 aspek untuk pembangunan kesehatan manusia. Meski terungkap melalui gagasan yang hanya diwakili oleh beberapa sumber hayati, namun melalui tulisan tersebut telah menginspirasi bahwa masih banyak sumber alam yang dapat digali secara arif untuk kesejahteraan.

1.7. TRANSPORTASI YANG HUMANIS

Djoko Setijowarno adalah salah satu orang yang terus menerus memfokuskan pada masalah transportasi di Indonesia. Melalui tulisan-tulisanya dapat dipahami bagaimana rumitnya masalah transportasi di negara ini dan bagaimana gagasannya dalam menyelesaikan masalah tersebut. Artikel Momentum Membenahi Transportasi Umum merupakan gagasan yang muncul dari melihat realita kemacetan yang dipicu kepemilikan mobil pribadi yang semakin tinggi dan buruknya layanan transportasi umum. Demikian juga   dengan   artikel   berjudul   Menyegerakan   Penataan   Transportasi Umum. Sementara untuk artikel Menuju Jalan Searah yang ditulisnya mengingatkan terhadap perilaku semut hitam berjalan dengan tertib tanpa saling menyerobot dan berjalan selalu beriringan  dan tanpa berlawanan arah. Bagaimana berkendara secara tertib tidak saling menyerobot menjadi perhatiannya. Transportasi nyaman untuk seluruh pelosok di negeri ini juga lekat untuk terus menjadi perhatiannya, dengan ditulisnya artikel berjudul Daerah Minati Bangun Kereta Ringan dan Menuju Transportasi Kendal yang Tertata. Keperpihakan yang jelas untuk masyarakat kecil di kota kecil.

Wilayah kota dan daerah selalu menjadi perbincangan tentang perbedaannya termasuk masalah fasilitas publik. Banyak aspek yang membuat berbeda antara keduanya. Djoko Setijowarno mencoba mengikis perbedaan tersebut dengan cara menghubungkan. Bukan hanya mengikis namun mengatasi kerumitan akibat perbedaan tersebut. Wacana Konektivitas Lewat Kereta Bandara mencoba dituangkan dalam salah satu artikelnya di media masa– yang mungkin menjadi solusi yang ditawarkan dari dari sisi kemudaan bertrasnportasi antar kota yang berbeda fasilitas publik tersebut. Masih tentang kenyamanan dalam menggunakan   transportasi umum, maka ide membuat terminal yang nyaman tertuang dalam tulisannya berjudul Terminal Nyaman Bukan Mimpi, Tapi Nyata dan artikel yang terkait berjudul Membenahi Tatakelola Bus Pariwisata semakin menunjukkan keperpihakannya dalam masalah yang dihadapi deluruh strata masyarakat. Menurutnya, kenyamanan beraktivitas menggunakan transportasi umum sifatnya absolut. Karena hal tersebut menjadi dasar dalam membangun transportasi yang manusiawi. Transportasi yang semakin menjadi bagian terpenting  untuk  mobilitas  manusia  saat  ini  perlu  perhatian  terutama para pengambil keputusan. Perubahan perilaku konsumen terhadap alat transportasi saat ini sangat didukung oleh kemajuan teknologi. Tulisan Angkot dan Ojek Online, memberikan penjelasan bagimana  idealnya memanfaatkan anugerah teknologi di abad 21 ini untuk bertransportasi.                     9

1.8. MENJADI KOMUNITAS AKADEMIK

Kemajuan teknologi di abad ini berdampak sangat luas. Dampak yang nyata salah satunya adalah masalah kebebasan penyampaian pendapat akibat terbukanya akses terhadap internet dan media sosial. Demikian keprihatinan Y.  Budi Widianarko  terungkap  dalam  tulisannya  Demokrasi  Pengetahuan dan Universitas. Dalam hal ini Budi juga menyadari ada kesempatan untuk memberbaiki hal tersebut, yakni mewujudkan demokrasi pengetahuan (knowledge democracy). Menurutnya, Ilmu pengetahuan dan teknologi sudah bukan lagi menjadi monopoli ilmuwan universitas, karena banyak keahlian yang berakar dalam pengalaman hidup warga. Sebagai universitas dituntut beradaptasi dalam proes demokratisasi pengetahuan dalam masyarakat pengetahuan (knowledge society).

Masih  dalam  konteks  membahas  komunitas  akademik  (Universitas)  yang harus beradapatasi pada proses demokratisasi pengetahuan, pada abad ini dan seterusnya penggunaan ged get  adalah sesuatu yang tidak dapat dicegah lagi. Maka dari itu dalam proses belajar mengajar e-learning (pembelajaran berbasis elektronik) dianggap menjawab kondisi dan situasi serta perubahan perilaku generasi muda sebagai peserta didik. Tulisan Masa Depan E-learning oleh Ridwan Sanjaya menggambarkan kondisi yang akan dihadapi para anggota komunitas akademik baik peserta didik maupun peran pendidik.

Hal lain yang disoroti Y. Budi Widinarko sebagai komunitas akademik, teruangkap dalam salah satu paragraf tulisannya yang berjudul Mutu Indonesia dan Kepercayaan  disampaikan bahwa, “Kita peru menyadari bahwa kompetensi dibentuk sejak di kampus dan terus dikembangkan ketika berkarier di perusahaan atau organisasi. Itula esensi life long learning (belajar sepanjang hayat), dan perguruan tinggi sebenarnya punya mandat untuk mempersiapkan individu yang siap dan mampu terus mempelajari hal-hal baru sesuai dasar-dasar pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh di kamus, serta sekaligus dia mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masyarakat”.   Paragraf tersebut memperjelas tugas semua kalangan yang berada dalam komunitas akademik. Alasannya yang disampaikan juga realistis dengan mengambil contoh- contoh mahasiswa Unika yang menjadi diaspora.

Bagaimana menyiapkan peserta didik tidak luput dari pengamatan Margaretha Sih Setija Utami. Dengan menggunakan satu kata Toilet sebagai judul artikel yang dimuat dalam media massa. Margaretha memberikan ulasan bagaimana pendidikan awal diusia dini (dalam hal ini belajar mengeluarkan kotoran dari tubuh menggunakan sarana pembuangan seperti toilet) menjadi penting untuk perkembangan psikologis dan sosial individu. Toilet training menjadi penting untuk belajar mengeluarkan kotoran-kotoran dalam diri seseorang secara tepat, mengeluarkan kotoran pikiran, hati dan perut adalah hak yang menyehatkan seseorang dan jika tidak dlakukan secara benar akan menimbulkan sakit fisik, sakit hati dan juga rasa jijik. Meski saat ini toiliet training bukan bagian kegiatan di perguruan tinggi, namun gagasan kembali melakukan toilet training menjadi salah satu solusi permasalahan psikologi hingga sesorang duduk di pendidikan tinggi dapat dilakukan di tingkat keluarga.

Aktivitas dalam dunia akademik selain pendidikan adalah penelitian. “ Pengembangan riset harus ditempuh degan cara-cara yang lebih pragmatis. Salah satu langkahnya yang dapat dilakukan adalah memutus gejala saling asing (mutually exclusive) di antara kegiatan penelitian di perguruan tinggi atau lembaga penelitian dan praksis pengembangan produk baru (inovasi) oleh industri. Dengan demikian diperkukan terobosan kebijakan tentang tata kelola riset berbasisi pasa pembagian risiko di antara para pihak” .  Kalimat-kalimat yang tertulis dalam Berbagi Resiko Tata Kelola Riset oleh Y. Budi Widianarko, meskipun hanya sebagai respon atas gagasan Johanes Eka Priyatna dalam “Diskusi Kompas” pada 27 September 2016 lalu, namun perlu menjadi bahan refleksi bagi dunia akademis terhadap kegiatan penelitian yang berjalan di Perguruan Tinggi.

Refleksi terpenting dalam komunitas akademik adalah menanyakan kembali mengapa dipanggil menjadi pendidik. Pendidik mendapatkan mandat untuk membangun generasi yang lebih muda. Merefleksikan seluruh karya untuk membangun sesama terutama generasi muda sangat jelas dicontohkan dalam sosok Bunda Theresa dari Calcuta yang hadir untuk kaum papa. Beliau bukan orang yang berasal dari dunia akademis namun mampu menghadirkan kekuatan kasih. Kekuatan kasih juga diharapkan hadir dalam kelas-kelas peserta didik dalam Universitas Katolik. Rm Gunawan PR menuliskan tentang Bunda Theresa dalam artikelnya berjudul Bunda Theresa – Mgr Segijapranata : Visualisasi Ajaran Kasih. Tentu tidak tanpa alasan menuliskannya – yang pasti bahwa nama Mgr Soegijaranata yang disandingkan dengan nama Theresa merupakan ajakan seluruh warga kampus menghadirkan kekuatan kasih seperti yang diperbuat oleh dua patron tersebut.

1.10. PENUTUP

Menemukan makna dari ide dan gagasan yang tertuang dalam artikel-artikel yang telah terbit dapat dimiliki oleh pembaca namun juga dapat hanya dimiliki oleh para penulis artikel. Ide dan gagasan yang mencuatpun dapat datang dari berbagai hal. Terlepas dari itu semua, inspirasi tak terbatas terus tersedia di alam semesta ini, sehingga terus akan ada gagasan dan ide yang bergulir sepanjang peradaban. Demikian juga dengan makna yang ditemukan dalam setiap sanubari.